Monday, 31 March 2014

PERTEMUAN KE ENAM KELAS BAHASA INDONESIA , 26 MARET 2014


Memasuki kelas bahasa indonesia seperti biasanya dimana para murid selalu ceriah ketika berada didalam kelas bahasa indonesia , serta keramaian kelas selalu terjaga dari hari ke hari karena semua murid yang hadir sangat antusias untuk belajar bahasa indonesia dan memperbaiki kosa kata bahasa indonesia mereka , pada pertemuan ke enam ini tidak banyak yang dibahas dan hanya sedikit bintang dibagi karena pada pertemuan ini yang mendapatkan bintang hanya beberapa orang yang berani membacakan artikel yang ia tulis dan semua artikel yang dibaca sangatlah bagus dan menambah wawasan kita serta Ibu Niknik sendiri menceritakan mengenai novel yang ia tulis , ia menyampaikan bagaimana seorang bakal semakin tertarik semakin tergila - gila untuk membaca halaman demi halaman selanjutkan sama seperti artikel yang dibuat ,bagaimana setiap orang akan membaca artikel - artikel tersebut sampai lupa akan waktu yang berjalan .


Hal pertama yang akan di bahasa dalah pembuatan artikel dimana ibu Niknik memberikan wawasan mengenai artikel yang bagus untuk dibuat kemudian  menggunakan kursi untuk ditulis menjadi sebuag artikel yang baik dan menarik  , hanya dengan sebuah kursi kita dapat menberikan berbagai macam kesimpulan yang sangat luar biasa tidak jarang orang dapat mengunkin dari banyak aspek seperti politisi , percintaan , dan kedudukan , setiap sumber apapun itu jika kita memiliki imajinasi yang liar dan sumber referensi yang sangat banyak kita bakal bisa membuat sebuah artikel yang sangat baik .


kemudian ibu ninik menceritakan novel yang ia buat yang berjudul saartira novel yang sangat fenomenal dengan berjuta kekaguman yang dibuat oleh tokok utama dalam novel ini dimana ia menjadi sosok yang sangat luar biasa dalam menghadapi cobaan rumah tangga yang ia miliki , disni Ibu Niknik sendiri menggunakan referensi - referensi dari pengalaman teman - teman yang ia temui dan dirinya sendiri , kemudian menambahkan imajinasi - imajinasi yang liar biar karya ia menjasi sangat menarik



Wednesday, 19 March 2014

Pertemuan Kelima Kelas Bahasa Indonesia, 19 Maret 2014

Memasuki kelas seperti biasanya, kami langsung duduk secara berkelompok membentuk lingkaran. Ibu Niknik memberikan kami satu kotak kartu domino dengan kata yang dituliskan di atas label di belakang kartu tersebut. Reaksi kami otomatis langsung gembira karena kita akan bermain kartu domino, sekali lagi kami akan bermain sambil belajar. Permainan untuk mendapatkan bintang-bintang ini dimulai dari bermain di dalam kelompok masing-masing kemudian 2 pemenang dari kelompok-kelompok yang ada akan bertanding satu sama lain. Jadi terdapat 4 ronde, kelompok yang mempunyai kartu domino dengan jumlah yang paling sedikit dan kelompok yang kartu domino nya habis (sudah keluar semua) adalah pemenangnya. Di dalam kelompok Oktober, 2 pemenangnya adalah Shannen dan Rainer. Otomatis dua orang itu mengikuti ronde ketiga, tetapi sayang sekali di ronde ketiga, kelompok oktober kalah. Inilah suasana disaat kelompok oktober bertanding dengan dua kelompok lainnya.



Walaupun kelompok kami kalah tapi pada akhirnya kelompok kami semua bisa mendapatkan satu bintang karena Ibu Niknik mengumpulkan 3 kelompok yang kalah untuk bermain kartu domino bersama dia. Pada akhirnya, kelompok Oktober memenangkan ronde ini dan mendapatkan bintang . Ini adalah suasana di saat kami bermain bersama Ibu Niknik dan kelompok lainnya. 




Sehabis bermain kartu domino, Ibu Niknik memberikan kami semua kuis perorangan untuk mendapatkan bintang-bintang. Beberapa orang dari kelompok Oktober berhasil mendapatkan bintang kedua mereka untuk hari itu. Selain bermain kuis untuk mendapatkan bintang-bintang, kita juga belajar materi baru hanya saja dengan cara yang seru. Untuk kuis bintang-bintang minggu depannya, kelompok Oktober akan terus berusaha mengumpulkan bintang sebanyak-banyaknya. Tenang saja selama ada Bu Niknik maka akan selalu ada bintang-bintang yang bertebaran!

Wednesday, 12 March 2014

Pertemuan Keempat Kelas Bahasa Indonesia, 12 Maret 2014

Halo semuanya, langsung saja ya.
Pada pertemuan keempat kali itu, kebetulan jadwal kelas Bahasa Indonesia crash dengan acara yang diselenggarakan oleh para mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual), yaitu acara UMN SCREEN. UMN SCREEN adalah acara yang lebih dikhususkan bagi kebanyakan mahasiswa DKV-Digital Cinematography dan Animasi.
Karena mayoritas di kelas Bahasa Indonesia adalah mahasiswa Cinema, jadi dosen kami Ibu Niknik M. Kuntarto membolehkan kami untuk skip pada mata kuliah untuk mengikuti acara UMN SCREEN. Namun, beliau tidak hanya membolehkan kami untuk ikut acara itu saja tetapi juga menugaskan kami untuk membuat review tentang film-film yang diputar di acara tersebut.
Berikut beberapa review film yang telah kami ringkas:


JOSHUA
Sutradara: Alvin Ardiansya
Film yang menceritai tentang masa anak – anak yang sering kerap terjadi dan juga lelucon atau guyolan yang dianggap seorang anak itu adalah kenyataan , pada film ini menjelaskan seorang anak yang menjadi juragan kelereng dimana ia menjual semua kelereng – kelereng yang ia miliki untuk menikahi seorang gadis kecil seangkatannya akibat ia menciumnnya , namun ia menciumnnya tidak dengan sengaja melainkan karena kesalah pahaman ,kemudian pada masa kita kecil kita mengannggap bahwa ciuman dapat membuat kita hamil sehingga mereka sangat takut akan hal tersebut , dan anak muda yang bernama joshua punya kebranian untuk menikahi sebagai penanggung jawaban.


KUNANG – KUNANG
Sutradara: Zidny Nafian
Film yang menjelaskan tentang orang yang tinggal jauh dari perkotaan dimana ia hanya hidup dengan adiknya mereka tidak memiliki alat pencahayaan seperti lampu namun demi menghindari ketakutan adiknya akan kegelapan ia mencoba untuk menca
ri pencahayaan yang dapat menerangi rumah ia sehingga ia mesti terbawah oleh sebuah mobil ke kota yang penuh akan lampu disana lah dmulai penjelajahannya ia mulai menemukan sumber – sumber penerangan namun ia sangat susah untuk meraihnya , kemudian ia menemukan sebuah cahaya yang dapat bergerak yaitu kunang – kunang itu sendiri makan ia berusaha untuk meraihnya dan membuat sebagai cahaya untuk penerangan

IRIS
Sutradara: Dira
Film yang menjelaskan bahwa warna itu adalah tolak ukur untuk setiap orang dimana film ini membawah kita
kepada penglihatan dari seorang yang mengalami buta warna parsial dimana kita dapat melihat apa yang dilihat oleh orang buta warna tersebut , hal ini membuat kita menarik karena  kita sendiri yang merasa hidup normal dapat merasakan sendiri bagaimana jika kita menjadi orang yang mengalami buta warna , dan bagaimana orang buta warna ingin sekali melihat warna yang ia merasa ia ingin lihat secara benar

RUMAH SETELAH BADAI
Vonny Kanisius
Film pendek ini menceritakan tentang Dian,  seorang gadis yang ingin mengumpulkan seluruh anggota keluarganya. Ayah dan ibunya sudah bercerai, Dian dan dua saudaranya Tiara dan Bayu tinggal bersama Ibu. Dengan cara merayakan ulang tahun, Dian berdalih untuk sekaligus mengundang ayahnya untuk datang makan malam bersama keluarganya.
Saat makan malam berlangsung, yang justru Dian rasakan hanyalah sebuah makan malam yang kaku tanpa ada pembicaraan, walaupun ada itu hanya omongan ‘cerewet’ dari si Ibu saja yang mempunyai karakter sensitif dan sifat yang mudah marah. Dian dan adiknya Bayu berusaha untuk membuat suasana makan malam menjadi lebih cair namun yang di dapat hanyalah kecanggungan yang mereka alami makin besar saja. 
Saat itu yang Dian mau hanyalah agar keluarganya bisa saling menyapa atau cair dan bisa menjadi keluarganya yang dulu walaupun kedua orangtuanya sudah bercerai. Saat merayakan ulang tahunnya –pun , Dian merasa semua keluarganya tidak bahagia, apalagi Ibunya yang selalu memasang muka suram di depan ketiga anaknya di tambah lagi saat mantan suaminya datang saat makan malam. Di akhir makan malam, Dian hanya bisa terdiam sambil memebereskan bekas makan malam tadi. Sambil Dian membereskan bekas makan, Bayu sang pensulap cilik mengangkat tangannya lurus dan membentuk kedua tangannya seperti ‘framing’ pada meja makan, dia mengimajinasikan sebuah makan malam yang santai dan ceria penuh tawa dari sebuah keluarga yang bahagia, namun saat ia turunkan kembali tangannya yang ia lihat hanyalah meja kosong dan bekas tempat makan malam yang kaku, tidak ada keceriaan sama sekali. Dian dan Bayu justru merindukan hal-hal ini.
Pada akhirnya mereka semua hanya menjalankan aktifitas mereka secara individualis, tanpa mempedulikan perasaan satu sama lain.  Apalagi kakak dari Dian yaitu Tiara yang sibuk dengan teleponnya begitu juga si Ibu yang entah melakukan apa. Dian kembali terdiam dan masih tetap meberekan bekas makan malam dan hiasan-hiasan ulang tahunnya yang tadi ia buat sendiri. 

Review film di atas adalah beberapa kumpulan dari beberapa anggota kelompok kami, walaupun hari itu kami tidak dapat bintang tapi di minggu ke depannya masih banyak bintang-bintang. 

"SELAMA IBU NIKNIK BERSAMA KAMI MASIH BANYAK BINTANG-BINTANG YANG BERTEBARAN"

-SALAM OKTOBER!!


Wednesday, 5 March 2014

Pertemuan Ketiga Kelas Bahasa Indonesia, 5 Maret 2014

Kelompok Oktober masuk ke dalam kelas dengan optimis. Kami yakin bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari minggu sebelumnya. Namun ada yang berbeda minggu ini. Kuis hari ini menggunakan sedikit 'properti'. Kami terheran-heran dengan hal ini. Sementara Bu Niknik mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk bermain, kami diperintahkan untuk membaca buku kami sejenak agar dapat mempersiapkan diri untuk kuis. Properti yang digunakan adalah selembar kertas memanjang ke bawah dengan motif yang unik dan penuh dengan kantong. Ada 8 baris dan 4 kolom kantong dengan nomor barisan 1 sampai 8 dan kolom berhuruf A sampai D.

Kuis pun dimulai dan Bu Niknik membagikan setumpuk kartu kepada masing-masing kelompok. Ada beberapa kartu yang memiliki tanda bintang dan ada yang bertuliskan coba lagi. Lalu ia membagikan soal kuis untuk hari ini. Jumlah soalnya ada 8 dan semuanya pilihan ganda. Ternyata kami harus memasukkan kartu tersebut ke dalam kantong yang banyak itu. Kantong tersebut melambangkan pilihan jawaban kuis hari ini dan kami harus memasukkan kartu berbintang ke dalam kantong yang kami rasa melambangkan jawaban yang benar. Inilah foto yang diambil sehabis aktivitas bermain kartu ini!

Kuis yang unik ini membantu kami sekelas agar tidak bosan. Namun sayang, kami kalah lagi. Bu Niknik kemudian memutuskan untuk mengadakan kuis tambahan dikarenakan masih banyaknya kelompok yang belum mendapatkan bintang. Semangat kami naik lagi. Kami berusaha sekali lagi untuk mendapatkan bintang. Namun sayang, kami kalah sekali lagi. Dengan hasil ini, berarti sejauh ini kami baru mendapatkan 1 bintang sementara teman kami ada yang sudah mendapatakan 3 atau bahkan 5 bintang.

Kelompok kami akan lebih berusaha lagi untuk mendapatkan bintang pada kuis bintang-bintang selanjutnya.
Pokoknya, selama ada Bu Niknik di kelas, akan ada selalu bintang-bintang yang bertebaran !