Memasuki minggu kedua kita mendapatkan tugas untuk mengerjakan 50 soal pada buku mata kuliah Bahasa Indonesia. Awalnya kita mengira bahwa tugas ini harus diketik dan dikumpulkan. Namun untungnya tugas ini hanya latihan saja. Kami sekelas datang tanpa beban dan dengan harapan akan bintang yang bertaburan.
Seperti biasa, kami berkumpul sesuai dengan kelompok dan bersiap untuk mengikuti kuis bintang-bintang. Namun hari ini tidak sesuai dengan harapan kita. 50 soal yang awalnya menjadi pekerjaan rumah kami ternyata menjadi soal dari kuis minggu ini. Awalnya, kita harus memilih 3 soal dari 50 dan menjawabnya dengan benar untuk mendapatkan nilai. Babak pertama berakhir dan kita masih bersaing di papan atas klasemen sementara.
Babak kedua dimulai. Format kompetisi masih sama, hanya saja nilai yang didapatkan dari setiap jawaban benar digandakan dan munculnya sisten pengurangan nilai. Kami mulai tertinggal disini. Kompetisi semakin berat dan kami kesulitan menembus jajaran 3 besar. Begitu halnya dengan kuis kedua dan ketiga. Posisi kami semakin tenggelam di dasar klasemen.
Kelompok kami, bulan Oktober mendapatkan skor terendah dalam kuis bintang-bintang yang selalu diadakan setiap minggu. Dengan skor terendah seharusnya kelompok kami tidak mendapat sebuah bintang tetapi karena Ibu Niknik merasa kelas kami adalah kelas yang antusias maka kelompok kami yang dengan skor terendah pun mendapatkan bintang-bintang. Dikarenakan hal itu, kami merasa sangat senang dan bersyukur. Kelompok kami akan lebih berusaha lagi untuk mendapatkan bintang pada kuis bintang-bintang selanjutnya.
Pokoknya, selama ada Bu Niknik di kelas, akan ada selalu bintang-bintang yang bertebaran !
No comments:
Post a Comment